Contoh Skripsi,Tesis, Jurnal, Bahan Kuliah, Artikel, dll

GAYA KERJA PEMBIMBING KEMAHASISWAAN

Putut Hargiyarto, Putut Hargiyarto (2010) Gaya Kerja Pembimbing Kemahasiswaan. In: Orientasi Pembinaan Pembimbing Kemahasiswaan (OPPEK), 24-26 September 2010, Kaliurang Yogyakarta. (Unpublished)
[img]PDF (Gaya Kerja Pembimbing Kemahasiswaan)
45Kb


Oleh: Putut Hargiyarto, M.Pd. PT Mesin FT UNY
Disajikan pada OPPEK UNY, 24-26 September 2010
A. Latar Belakang
Untuk mampu menyelesaikan tugasnya, seseorang pada umumnya harus berhubungan dengan orang lain. Mereka dapat terdiri dari boss besarnya, bawahannya, mitra kerjanya atau bisa juga orang lain di luar lingkungan kerjanya. Kemampuan berhubungan dengan orang lain ini memainkan peranan penting dalam keberhasilan kerja seseorang tersebut. Ada anggapan bahwa keberhasilan berhubungan dengan orang lain terutama bergantung pada kemampuannya mengenali sifat-sifat dari orang lain yang dihadapi. Walaupun anggapan ini ada benarnya, tetapi ada dua alasan untuk tidak terlalu kaku berpegang pada anggapan ini. Yang pertama adalah kenyataan bahwa sering kali kita tidak mudah mengenali orang lain dalam waktu yang singkat. Alasan kedua adalah karena keberhasilan seseorang sering kali lebih banyak dipengaruhi oleh caranya menyelesaikan pekerjaan.
Terdapat lima pola dasar dalam berhubungan dengan orang lain, yaitu:
1. Menganggap orang lain adalah “pembantu” untuk menyelesaikan pekerjaan/ kepentingannya.
2. Menganggap bahwa dirinya adalah “pembantu” orang lain untuk mencapai kepentingan orang lain itu.
3. Menganggap bahwa dirinya dan orang lain adalah pribadi yang berdiri sendiri yang tidak saling tergantung satu terhadap lainnya.
4. Menganggap bahwa dirinya dan orang lain itu bersama-sama harus memikirkan kepentingan pihak lain dengan memperhatikan peraturan atau hukum yang berlaku.
5. Menganggap bahwa dirinya dan orang lain itu adalah mitra kerja yang saling memiliki kepentingan yang tergantung satu dengan lainnya, dan karenanya dirinya harus dapat bekerja sama dengan pihak lain.
Berbagai pola hubungan yang dianut dan dan dimainkan oleh seseorang sebagaimana tersebut di atas akan sangat menentukan “keberhasilan” kedua belah pihak dalam menyelesaikan pekerjaannya. Apapun anggapan yang diyakini seseorang ketika ia berhubungan dengan orang lain, tetap harus menyadari bahwa ia secara langsung atau tidak langsung akan terlibat dalam “perundingan” dengan orang lain itu, terutama jika terdapat hal-hal yang diinginkan oleh orang itu tidak dapat seratus persen sesuai dengan harapannya. Bahkan jika dua belah pihak mempunyai keinginan yang sama, sering kali masih dibutuhkan perundingan lebih lanjut untuk menyepakati cara yang akan ditempuh untuk mencapai keinginan masing-masing pihak.
Kenyataan menunjukkan bahwa cara melakukan perundingan akan sangat dipengeruhi oleh anggapan dasar yang diyakini oleh orang yang bersangkutan. Cara berhubungan ini (atau bisa juga disebut cara berunding) lazim juga disebut sebagai Gaya Kerja. Gaya kerja adalah himpunan tingkah laku berpola yang ditampilkan di saat berinterakasi dengan orang lain. Dasar dari Gaya Kerja seseorang adalah Nilai dan asumsi yang dianutnya. Nilai

GAYA KERJA PEMBIMBING KEMAHASISWAAN Rating: 4.5 Diposkan Oleh: andre tupang

0 comments:

Post a Comment