Contoh Skripsi,Tesis, Jurnal, Bahan Kuliah, Artikel, dll

Perilaku Rembesan Leachate Pada Dasar Clay Liner di LPA Supit Urang Kota Malang

Agus Tugas Sudjianto
Jurusan Teknik Sipil, Universitas Widyagama, Malang
Jl. Taman Borobudur Indah No. 3 Malang
email : ats_2003@yahoo.com
ABSTRAKSI
Sampah perkotaan yang ditampung pada lokasi pembuangan akhir (LPA) akan mengalami
proses dekomposisi. Salah satu hasil dari dekomposisi sampah tersebut adalah leachate yaitu
sampah yang berupa cairan. Untuk mencegah meresapnya leachate ke air tanah, pada bagian
dasar dari tempat pembuangan sampah harus dibuat lapisan kedap air. Jenis lapisan yang umum
dipakai sekarang ini adalah clay liner, karena konstruksi beton disamping mahal juga lamanya
dalam pembangunan konstruksi.
Dalam penelitian ini digunakan cairan leachate yang diambil dari LPA Supit Urang, Malang
dan tanah lempung dari Desa Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Lempung
dipadatkan dengan pemadatan Standart Proctor, dimana dari test pemadatan tersebut diambil 2
benda uji pada kadar air kering (dry side), 2 benda uji pada kadar air basah (wet side) dan 2
benda uji pada kadar air optimum (optimum side), sehingga total benda uji 6 buah. Keenam
benda uji tersebut ditest dengan falling head permeameter untuk mengetahui nilai k (hydraulic
conductivity) dengan mengalirkan leachate.
Hasil penelitian menunjukan, clay liner pada sisi dry side memiliki nilai hydraulic conductivity
sebesar 3,31.106 cm/det, pada sisi wet side sebesar 3,08.106 cm/det dan pada optimum side
sebesar 3,20.106 cm/det. Pada parameter kadar air setelah proses falling head permeameter
semua mengalami penurunan. Kadar air yang tepat pada saat pemadatan clay liner adalah pada
sisi wet side karena mempunyai nilai rembesan yang lebih kecil dari pada sisi dry side dan
optimum. Semakin basah kadar air yang dimiliki clay liner, maka semakin kecil nilai hydraulic
conductivity, sehingga semakin baik untuk perencanaan clay liner pada lapisan dasar LPA.
Kata kunci : Hydraulic conductivity, clay liner, leachate, dry side, wet side, optimum side.
ABSTRACT
Decomposed Urban Waste which is contained at sanitary landfill (LPA) consequently produces
leachate. Thereby, impermeable layer need to be installed at container base to avoid the seep of
leachate which can potentially pollute the groundwater. Commonly, clay liner base is used as
impermeable layer under the container instead of concrete liner due to its cheaper and faster to
build.
In this research, leachate from LPA Supit Urang, Malang and clay from Mulyorejo area,
Sukun distric, Malang city are used for the research object. Clay is compacted by Proctor
standard compaction, where it is conducted in several condition of moisture content, 2 samples
with dry moisture content (dry side), 2 samples with wet moisture content (wet side), and 2
samples with optimum moisture content (optimum side), so the total samples is 6 units. The
hydraulic conductivity of all the samples is obtained then via falling head permeability test by
infiltrate the leachate through the samples.
Perilaku Rembesan Leachate Pada Dasar
Clay Liner Di LPA Supit Urang Kota Malang
(Agus Tugas Sudjianto)
149
The results, clay liner at the dry side has 3.31x10-6 cm/sec hydraulic conductivity, the wet side
has 3.08x10-6 cm/sec hydraulic conductivity, and the optimum side has 3.20x10-6 cm/sec
hydraulic conductivity. All moisture content parameters decreased after falling head
permeability test. The apt moisture content of clay liner is at the wet side due to it has smaller
hydraulic conductivity than the dry side and optimum side. Higher moisture content of clay
liner will obtain smaller hydraulic conductivity; therefore it’s more appropriate as the clay liner
planning for LPA container base.
Keywords : hydraulic conductivity, clay liner, leachate, dry side, wet side, optimum side.

Perilaku Rembesan Leachate Pada Dasar Clay Liner di LPA Supit Urang Kota Malang Rating: 4.5 Diposkan Oleh: andre tupang

0 comments:

Post a Comment