Contoh Skripsi,Tesis, Jurnal, Bahan Kuliah, Artikel, dll

Pemanfaatan Kitosan Dari Kulit Udang (Penaeus Monodon) Dan Cangkang Belangkas (Tachypleus Gigas), Untuk Menurunkan Kadar Ni, Cr Limbah Cair Industri P

Pemanfaatan Kitosan Dari Kulit Udang (Penaeus Monodon) Dan Cangkang Belangkas (Tachypleus Gigas), Untuk Menurunkan Kadar Ni, Cr Limbah Cair Industri Pelapisan Logam

Romatua Iriani Sirait

DOI: Elisa Ekaningsih

Abstract

D0300326 Permasalahan yang diteliti adalah bagaimana karakteristik kitin dan kitosan yang dihasilkan dari kulit udang dan cangkang belangkas melalui proses deproteinisasi, demineralisasi dan deasetilasi secara kimiawi dangan asam basa; serta bagaimana pengaruh pemanfaatan kitosan serbuk tersebut dengan beberapa variasi konsentrasi kitosan dan lama perlakuan, terhadap kadar logam Ni dan Cr limbah cair industri pelapisan logam agar dapat memenuhi persyaratan baku mutu limbah cair yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengelola limbah cair industri pelapisan logam agar sesuai dengan persyaratan baku mutu yang ada, dengan cara menggunakan kitosan sebagai adsorben Ni dan Cr. Penelitian dimulai dengan mengekstraksi kitin dari kulit udang (Penaeus monodon) dan cangkang belangkas (Tachypleus gigas) lalu dengan proses tertentu kitin diolah menjadi kitosan. Kitosan yang diperoleh yaitu kitosan udang (proses deproteinisasi, demineralisasi dan deasetilasi), kitosan belangkas I (proses deproteinisasi dan deasetilasi) dan kitosan belangkas II (proses deproteinisasi, demineralisasi dan deasetilasi) diaplikasikan pada limbah cair industri pelapisan logam menggunakan Jar-Test pada suhu kamar, dengan variasi konsentrasi (500, 750 dan 1000 mg/250 mL limbah cair) dan lama perlakuan (2, 4, 6, 8 dan 10 hari), lalu dilihat pengaruhnya terhadap penurunan kadar Ni dan Cr limbah cairo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar Ni yang memenuhi persyaratan baku mutu limbah cair (maksimum 1,0 mg/L) diperoleh pada perlakuan dengan kitosan udang 1000 mg; kitosan belangkas I 500 mg, 750 mg, 1000 mg; kitosan belangkas II 750 mg dan 1000 mg, masing-masing pada hari ke 10. Penurunan kadar Cr hingga memenuhi persyaratan baku mutu limbah cair (maksimum 0,5 mg/L) tidak tercapai dengan pemberian kitosan udang maupun kitosan belangkas I dan II. Rata-rata kadar Ni setelah perlakuan dengan kitosan udang berbeda nyata dengan kitosan belangkas I, kitosan udang tidak berbeda nyata dengan kitosan belangkas II, kitosan belangkas I tidak berbeda nyata dengan kitosan belangkas II; sedangkan rata-rata kadar Cr setelah perlakuan dengan ketiga kitosan berbeda nyata. Rata-rata kadar Ni limbah cair yang terendah adalah setelah perlakuan dengan kitosan belangkas I yaitu 1,71 mg/L kemudian kitosan belangkas II 2,00 mg/L lalu kitosan udang 2,34 mg/L. Rata-rata kadar Cr yang terendah diperoleh setelah perlakuan dengan kitosan udang yaitu 26,82 mg/L, kemudian kitosan belangkas II sebesar 31,32 mg/L lalu kitosan belangkas I 38,12 mg/L. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengaruh perlakuan konsentrasi kitosan udang dan lama perlakuan berbeda nyata terhadap penurunan kadar Ni, sedangkan terhadap penurunan kadar Cr hanya pengaruh lama perlakuan yang berbeda nyata. Pengaruh perlakuan konsentrasi kitosan belangkas I dan lama perlakuan berbeda nyata terhadap penurunan kadar Ni dan kadar Cr. Pengaruh perlakuan konsentrasi kitosan belangkas II, lama perlakuan dan interaksi antara lama perlakuan dengan konsentrasi kitosan belangkas II berbeda nyata terhadap penurunan kadar Ni, sedangkan terhadap penurunan kadar Cr hanya pengaruh lama perlakuan yang berbeda nyata. Secara keseluruhan, pengaruh jenis kitosan, konsentrasi kitosan, lama perlakuan, interaksi antara jenis dengan konsentrasi kitosan dan interaksi antara jenis, konsentrasi dengan lama perlakuan berbeda nyata terhadap penurunan kadar Ni limbah cair pada taraf ? 5; sedangkan pengaruh interaksi antara jenis kitosan dan lama perlakuan tidak berbeda nyata terhadap penurunan kadar Ni. Pengaruh perlakuan jenis kitosan, konsentrasi, lama perlakuan dan intsraksi antara jenis dengan konsentrasi kitosan berbeda nyata pada ? 5 %, sedangkan interaksi antara jenis kitosan dengan lama perlakuan dan interaksi antara jenis, konsentrasi dengan lama perlakuan tidak berbeda nyata terhadap penurunan kadar Cr. Prof. Dr. dr. Jazanul Anwar; Drs. Harry Agusnar, MSc., M.Phil.

Pemanfaatan Kitosan Dari Kulit Udang (Penaeus Monodon) Dan Cangkang Belangkas (Tachypleus Gigas), Untuk Menurunkan Kadar Ni, Cr Limbah Cair Industri P Rating: 4.5 Diposkan Oleh: andre tupang

0 comments:

Post a Comment